Jumat, 01 Juni 2012

Rumah Tangga Miskin Terjerat Rokok

JAKARTA, KOMPAS.com - Penelitian menunjukkan, banyak rumah tangga termiskin atau berpenghasilan rendah yang terperangkap konsumsi rokok. Kajian dari Lembaga demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) menyebutkan, sebanyak 7 dari 10 rumah tangga di Indonesia (hampir 70 persen) memiliki pengeluaran untuk membeli rokok. Sedangkan 6 dari 10 rumah tangga termiskin (57 persen) memiliki pengeluaran untuk membeli rokok.

Hal itu diutarakan Abdillah Ahsan, Peneliti Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, saat acara temu media di Gedung Kementerian Kesehatan, Jumat (25/5/2012).

"Jika tidak ada upaya pengendalian konsumsi rokok, kita takutkan nanti jadi 70-80 persen rumah tangga miskin membeli rokok," paparnya.

Pindah Warga Negara, Low Jadi Orang Kaya di Indonesia


KOMPAS.com — Low Tuck Kwong baru-baru ini dinobatkan sebagai orang terkaya ketiga di Indonesia oleh Forbes. Per Maret 2012, kekayaan bersih Low tercatat mencapai 3,6 miliar dollar AS. Naik drastis dari 1,2 miliar dollar AS pada Maret 2010.
Dalam biografi singkat yang dimuat Forbes.com, Low ternyata lahir di Singapura. Lantas ia pindah ke Indonesia pada tahun 1972 untuk mengadu nasib. Sewaktu masih tinggal di negara tetangga Indonesia itu, Low sempat bekerja di perusahaan konstruksi milik ayahnya.
Itu berlangsung ketika dia berumur 20 tahunan. Masuk ke Indonesia, ia mencoba peruntungan di bidang kontraktor bangunan. Akan tetapi, ternyata bukan di bidang itu yang membawa dia menjadi salah satu yang terkaya di Indonesia.
Pertambangan batubara justru menjadi ladang usaha tempat ia menuai hasil yang luar biasa hingga kini. Ia pun membeli tambang pertamanya pada tahun 1997, tepat setelah lima tahun ia menjadi warga negara Indonesia.
Setelah gagal menjual pada tahun 2008, Low justru berhasil membawa perusahaan tambangnya, Bayan Resources, go public. Sejak itu, harga saham Bayan Resources telah melonjak tiga kali lipat.
Tahun lalu, Low mencoba merambah pertambangan di negara seberang Indonesia. Perusahaan menggelontorkan 270 juta dollar AS untuk mengakuisi mayoritas saham di sebuah perusahaan pertambangan Australia.
Sebagai bentuk investasi lainnya, ia juga memiliki saham Manhattan Resources and Singapore HealthPartners yang terdaftar di Singapura.
Singapore HealthPartners sendiri berencana akan membuka rumah sakit yang terintegrasi dengan pusat medis dan hotel di Singapura pada tahun 2013.
Perlu diketahui pula, Low adalah seorang penyayang binatang. Ia mempunyai sebuah kebun binatang di Kalimantan dengan salah satu aktivitasnya adalah merehabilitasi orangutan untuk kemudian dikembalikan ke alam bebas.

Orang Kaya di China, India, dan Singapura Terus Bertambah


GENEVA, KOMPAS.com — Lembaga Bolton Consulting Group (BCG) melaporkan, China, India, dan Singapura mengalami peningkatan jumlah orang kaya terbesar pada tahun 2011. Hal ini terjadi karena wilayah Asia Pasifik mendapatkan limpahan dari menurunnya kekayaan di Eropa Barat dan Amerika Serikat seiring dengan terjadinya krisis di kedua wilayah itu.
Menurut laporan BCG, pada Jumat (1/6/2012) waktu setempat, rumah tangga jutawan tumbuh 16 persen menjadi 1,43 juta keluarga di China. Di Singapura, pertumbuhan mencapai 14 persen menjadi 188.000 rumah tangga.

Manusia "Lapar" Belajar sejak Bayi

ROCHESTER, KOMPAS.com — Manusia ternyata sudah "lapar" belajar sejak kecil. Studi terbaru mengungkapkan bahwa bayi manusia selalu berupaya mempelajari hal-hal di sekelilingnya, dari yang sangat sederhana hingga sangat kompleks.

Hasil studi tim peneliti yang diterbitkan di jurnal PLoS ONE 23 Mei 2012 lalu menyatakan bahwa hal ini disebut "Goldilocks Effect".

"Bayi-bayi mencari tipe material yang paling efisien di sekelilingnya, bagi mereka, untuk dipelajari," kata Celeste Kidd, peneliti kognitif di University of Rochester yang melakukan penelitian.

Organisasi Pemberantas Software Bajakan Digugat

JAKARTA, KOMPAS.com -  PT Multisari Langgengjaya, sebuah perusahaan distribusi makanan, menggugat Business Software Alliance Inc (BSA) yang merupakan asosiasi produsen software internasional. 

Dalam gugatannya di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Multisari merasa keberatan dengan aksi penggeledahan yang dilakukan oleh BSA.

Dalam berkas gugatannya, BSA menggeledah kantor Multisari Langgengjaya pada 22 September 2011. Multisari menuding penggeledahan pemakaian software yang dilakukan oleh BSA ini telah menyalahi aturan.